Jeff & Co | Camera Shop


.

 

 Mal Ciputra Lt 3 No 33
Jl. S. Parman - Grogol
Jakarta Barat
Open Mon-Sat: 10.30-21.00
Sunday: Closed

News
--------- PREORDER LAOWA 15mm f/2 ZERO-D MOUNT SONY FE & DAPATKAN FREE PHOTO TRIP + 1 SET FILTER (UV+CPL+ND1000) SENILAI Rp 500.000 UNTUK 50 PEMBELI PERTAMA, HANYA DENGAN Rp 11.350.000 SAJA --------- NIKON D750 BODY CASHBACK Rp 2.000.000 BCOME ONLY Rp 19.500.000 --------- NIKON J5 KIT 1030 ONLY Rp 4.799.000 FREE SD 16Gb + SCREEN PROTECTOR & BAG --------- CANON M10 KIT 1545 ONLY Rp 5.250.000 & GET PIKACHU SOUVENIR ---------- CANON M5 KIT 1545 ONLY Rp 13.799.000 FREE SD 16Gb + LCD PROTECTOR + UV FILTER + BAG ---------- SONY A6000 KIT 1650OSS ONLY Rp 7.999.000 FREE 16Gb + LCD PROTECTOR + BAG ---------- SONY A7II WITH 28-70OSS ONLY Rp 19.999.000 FREE SD 16Gb + LCD PROTECTOR ---------- FUJI XA10 KIT 1650 GET CASHBACK Rp 500.000 BCOME Rp 6.499.000 + SD 16Gb ---------
      
You are here: Home

Nex to Fuji

E-mail Print PDF
http://www.motoyuk.com/nex-to-fuji/

NEX to Fuji

Terinspirasi dari artikel “Switching from Sony NEX to Fuji X” saya ingin share mengenai apa yang akhirnya membuat saya berpindah dari Sony NEX 5n ke Fuji. Sharing ini tentunya personal, sehingga bisa dilihat ada perbedaan dengan alasan yang dikemukakan penulis di artikel di atas.

Salah satu alasan utama saya adalah masalah warna / tonal dari Sony NEX. Karakter sony memang saturated dan berbeda dengan karakter Canon. Tidak ada masalah sebenarnya dengan warna yang lebih saturated, tinggal di de-saturate di saat post pro, atau di setting kamera. Tapi kendala yang saya hadapi seringkali warna NEX tidak sinkron, artinya kalau saya push berdasarkan warna biru, maka warna lain akan over. Jadi bisa dibilang proporsi nya tidak pas dengan selera saya.

Manyar DSC01815 web NEX to FujiDalam foto di pantai Manyar menggunakan NEX 5n dan SEL 10-18 ini saya melakukan sedikitnya 4 layer masking : untuk area batu, langit biru, langit kuning dan laut. Tanpa layer masking ini saya kesulitan mendapatkan hasil seperti yang saya inginkan

Akibatnya saya sering frustasi pada saat post processing. Banyak layer masking perlu saya lakukan terhadap satu foto. Sehingga tentunya memakan waktu yang cukup signifikan. Kalau saya bandingkan dengan Canon maka saya butuh 1.5 – 2 kali lipat waktu lebih di post processing. Kembali lagi ini adalah personal taste. So bisa jadi orang lain tidak merasa ada masalah dengan soal tonal ini. Good for them icon smile NEX to Fuji

Saat saya mencoba Fuji, paling tidak sampai saat ini, saya merasakan tonalnya pas. Untuk human interest saya bisa menggunakan film simulation Astia atau Pro Neg, dan bisa dibilang saya tidak perlu melakukan banyak retouch. Sedangkan untuk outdoor (architecture dan landscape) saya bisa gunakan film simulation velvia. Sejauh ini hasilnya ok, walau memang saya belum uji coba full dikarenakan lensa 10-24 belum hadir di Indonesia.

12133017864 841d5e817f b NEX to FujiPada pemotretan menggunakan Fuji X Pro1 dan XF 18-55mm ini bisa dibilang saya langsung mendapatkan hasil yang saya inginkan dalam hal tonal. Hampir tidak ada adjustment dalam hal warna pada foto di atas - film simulation : Velvia

 

Alasan kedua adalah build quality. Saya mulai merasakan kekecewaan saya terhadap aspek ini saat membeli lensa 10-18mm milik Sony. Untuk lensa dengan harga sekitar 7-8 juta saya rasa material dan build nya sangatlah cheap dan mengecewakan. Untuk body NEX 5n saya kecewa, tetapi karena harganya relatif terjangkau, so saya rasa ya masih wajar. Tapi SEL 10-18 yang kelasnya premium saya rasa sudah seharusnya build nya jauh lebih baik.

Saya jadi berpikir, ini Sony niat apa tidak sebenarnya dengan NEX line up. Coba dipikir, semenjak di luncurkan bertahun tahun lalu sampai dengan saat ini yang dilakukan sony hanyalah mengeluarkan body baru yang makin lama makin membingungkan apa bedanya. Sementara lensa nya sangat terbatas, dan kalaupun ada build nya so so saja.

11381880353 554e975896 b NEX to Fuji

Lain halnya dengan Fuji yang saya lihat lebih serius menggarap segmen ini (jangan bandingkan dengan Nikon dan Canon yang sudah jauh lebih lama di pasar). Lensa fuji bisa dibilang sudah pasti kelas profesional semua. Image quality nya bagus, tajam dan kontras baik, warna pas, body teruat dari alumunium alloy yang tangguh tetapi tetap ringan. Ya, harganya mahal, tetapi kualitasnya setara (bahkan lebih baik) dari Canon L series yang harganya bisa 2 kali lipat. Selain itu fuji secara bertahap tapi pasti menambah jajaran lensanya.

 

Alasan ketiga, menu Sony entah kenapa menurut saya sulit sekali digunakan / diingat. Seakan di desain bukan oleh fotografer, tetapi oleh teknokrat, saya seringkali bahkan lupa dimana fitur Format SDCard berada. Fitur itu saya rasanya tersembunyi di antara puluhan menu yang ada.

Lain halnya dengan Fuji yang sangat menekankan fungsionalitas dan ergonomi. Saya dengan mudah memahami cara kerja Fuji, menggunakan dan memahami nya lebih lanjut (kecuali di bagian tips & trick yang saya temukan dengan tidak sengaja / terpaksa). Menu nya sederhana, tetapi efisien, hanya memuat hal hal yang dibutuhkan oleh real fotografer.

Fuji seakan di desain oleh fotografer, digunakan oleh fotografer

Sementara Sony seperti di desain oleh teknokrat, dengan bahasa dan cara yang dipahami teknokrat juga

 

Supaya lebih jelas, saya bukan brand ambassador Fuji tanpa alasan. Saya bukan fanboy yang memilih brand tanpa alasan yang jelas. Baik itu apple (untuk gadget) atau Fuji (untuk mirrorless camera). Saya suka dengan design principle yang digunakan apple, dan saya suka dengan cara pikir dan produk dari Fuji.  So, saya setuju dengan kalimat Mark Sparrow di Forbes beberapa waktu lalu, bahwa : Fuji is the Apple of digital photography industry.
 




.
Mal Ciputra Lt 3 No 33
Jl. S. Parman - Grogol
Jakarta Barat
Telp. (021)5695 4888
HP. 0857 1020 7711
Open Mon-Sat: 10.30-21.00
Sunday: Closed
 

WA Sales Support

whatsapp_1.jpg
SALES 1
0857 1020 7711

    
   

Partners Link